fbpx

Brand voice merupakan kunci untuk berkomunikasi dengan pelanggan serta membangun kepercayaan mereka terhadap bisnis kita. Setiap perusahaan tentu akan berlomba supaya bisa memiliki pelanggan yang loyal. Ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan brand voice.

Ketika bisnis anda sudah memiliki brand voice maka pasti akan lebih mudah terhubung dengan pelanggan. Tidak hanya itu, pelanggan juga akan merasa lebih percaya serta lebih mau terlibat dengan bisnis. Sebelum mulai mengembangkan brand voice, anda harus paham bahwa prosesnya tidak dapat dilakukan secara instan.

Setiap perusahaan tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan strategi yang tepat sebelum memiliki brand voice yang sukses. Jika anda merasa penasaran dengan brand voice, maka artikel ini akan memberikan sedikit pemahaman kepada anda.

Contents

Apa itu Brand Voice?

Brand voice merupakan gaya berkomunkasi suatu brand kepada para pelanggan. Gaya berkomunikasi brand ini harus sesuai dengan target para pelanggan serta kepribadian dari brand itu sendiri misalnya intelektual, ceria, berwibawa atau serius. Jadi sebelum mulai mencari gaya komunikasi yang tepat, maka lebih baik ketahui dulu siapa target market dan pastikan sudah sesuai dengan kepribadian brand.

Menentukan gaya bahasa untuk berkomunikasi dengan pelanggan tidak boleh disepelekan sama sekali. Karena brand voice adalah salah satu factor penting untuk membangun hubungan baik dengan customer dan menjadikan mereka sebagai pelanggan yang setia.

Cara Mengembangkan Brand Voice

Bagaimana cara mengembangkan brand voice? Berikut penjelasannya:

1. Mendeskripsikan Brand dengan Detail

Sesuai dengan penjelasan di atas, brand voice harus menunjukkan kepribadian dari brand. Oleh karena itu, langkah pertama dalam pengembangannya adalah dengan mendeskripsikan brand lebih dulu.

Brand voice adalah suatu kepribadian unik yang diproyeksikan oleh brand lewat konten di platform komunikasi yang berbeda. Untuk itulah, kepribadian tersebut harus dicari lebih dulu. Menentukan kepribadian dari suatu brand dapat dilakukan dengan mudah seperti saat kita menilai orang lain.

Kepribadian brand dapat diibaratkan seperti karakter dalam suatu film. Agar karakter di film dapat meyakinkan dan dipercaya oleh penonton, maka mereka tentunya harus memiliki dialog yang menunjukkan kepribadian. Kosakata yang dipilih oleh karakter, nada suara, serta seperti apa mereka ketika mengomentari situasi bisa menjadi pedoman.

Itu juga bisa diterapkan untuk brand. Ketika bisa konsisten menunjukkan seperti ap acara bersikap saat menghadapi situasi tentunya akan membuat pelanggan mengetahui karakter suatu brand. Selain itu, brand voice juga ditunjukkan dari pemilihan kata atau frasa yang digunakan di media sosial. Panggilan sapaan untuk audiens bahkan juga termasuk dalam brand voice.

Sebelumnya, anda bisa melakukan riset pada brand competitor untuk mengetahui karakter mereka. Coba pelajari kontennya mulai dari pemilihan kata atau sapaan untuk audiens. Itu bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan brand voice dari bisnis anda.

Contoh Brand Voice Beberapa Perusahaan

NoNama BrandBrand Voice Style
1StarbucksBahasa yang lebih ekspresif dan fungsional. Cenderung memberikan koneksi nyata akan perasaan konsumennya ketika meneguk kopi mereka
2Coca ColaBahasa yang digunakan oleh Coca Cola menggunakan bahasa yang ramah, membawa kesan positif serta rendah hati.
3UberBahasa yang simple, tegas dan konsisten.
4GojekSama seperti bahasa Uber

2. Melakukan Audit pada Brand Voice

Setelah mengetahui value dari suatu brand dan seperti apa target pelanggan, anda kini harus melakukan audit pada brand voice yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Tanpa disadari, brand pasti sudah memiliki gaya bahasa tersendiri saat melakukan marketing lewat konten digital baik itu di media sosial atau blog.

Tetapi saat ini lakukan update pada brand voice anda. Cari tahu apakah itu sudah mencerminkan value dari perusahaan dan sesuai dengan target pelanggan. Cobalah periksa setiap konten yang sudah dibuat baik itu di media sosial, blog atau lainnya. Itu akan mempermudah anda untuk menilai brand voice apakah sudah selaras.

Ada empat dimensi pada tone of voice yang dapat diterapkan oleh brand. Misalnya lucu vs serius, formal vs casual, penuh hormat  vs kurang sopan dan antusias vs mengedepankan fakta.

3. Buat Tabel Brand Voice

Setelah memilih tone of voice yang paling sesuai digunakan untuk brand, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkannya lewat table. Melalui table ini, anda bisa menuliskan seperti apa karakteristik dari brand misalnya brand voice yang aktif dan selalu antusias.

Dengan membuat table, anda bisa membuat kolom apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang harus dihindari. Karakteristik brand adalah passionate. Jadi hal yang harus dilakukan adalah memberikan komentar dengan antusias atau selalu aktif memberikan dukungan kepada pelanggan.

Sementara itu, untuk hal yang harus dihindari misalnya terlalu pasif atau tidak tertarik dengan beberapa aktivitas yang bisa mendukung produk. Table ini sangat penting karena dapat menjadi referensi bagi semua tim yang nanti akan menggunakanya.

Pasalnya, gaya penulisan brand harus sesuai dengan tone yang sudah dibuat baik untuk penulisan artikel di blog, caption di Instagram dan lainnya.

4. Buat Panduan Gaya Bahasa Konten

Untuk semua perusahaan yang peduli dengan perkembangan konten, maka mereka pasti akan membuat panduan gaya bahasa konten. Strategi brand voice pasti akan sukses jika dapat konsisten dikenalkan ke pelanggan. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan khusus penulisan gaya konten. Misalnya untuk penulisan artikel blog, dibutuhkan gaya bahasa yang seperti ini. hal ini sangat dibutuhkan bagi seorang content writer agar dapat membuat artikel yang sesuai dengan brand voice perusahaan.

Kemudian, panduan gaya konten untuk Instagram, Twitter, Facebook, dan email marketing juga harus dibuat supaya dapat seragam dan menonjolkan value dari perusahaan. Buatlah panduan tersebut dengan sangat detail supaya setiap anggota tim dapat memahaminya dengan mudah.

5. Jangan Malas Melakukan Revisi

Brand voice merupakan salah satu elemen penting untuk membangun koneksi yang kuat dengan pelanggan. Itulah mengapa perusahaan harus selalu memantau apakah brand voice mereka memang sudah tepat sasaran dan dapat memunculkan hubungan emosional dengan pelanggan. Jika hasilnya masih belum maksimal, maka anda tentu saja dapat merevisi aturan gaya bahasa dan mencari pengganti yang paling tepat. Pembuat konten di perusahaan sebaiknya harus terus melakukan evaluasi berkelanjutan tentang brand voice.

FAQ

Apa perbedaan utama brand voice dan brand Tone?

-Apa perbedaannya? Brand voice lebih mengarah kepada kepribadian dari brand yang konsisten dan tidak berubah. Sementara itu, brand tone lebih mengarah kepada pemakaian emosi yang diterapkan pada brand voice Anda. Brand tone dapat berubah sesuai dengan konteks pesan.

Apa itu tone of voice?

-Dilansir dari Acrolinx, tone of voice adalah karakter kata-kata, baik lisan maupun tulisan yang melekat dalam suatu brand dan disampaikan langsung oleh audiensnya melalui beragam platform.

Leave a Reply

× Chat dengan kami di WhatsApp