fbpx

Sebelum start up dimulai, bisnis lebih banyak dikelola dengan cara tradisional. Jika dulu bisnis hanya fokus pada masalah teknis maka saat ini bisnis dituntut untuk lebih memperhatikan customer/pelanggan. Ya, pelanggan menjadi aspek utama dalam dunia bisnis. Aspek psikologi pelanggan adalah yang paling menarik untuk pelanggan.

Persaingan bisnis pada era digital semakin ketat. Pemilik bisnis sangat dituntut untuk bisa memenangkan segmen pasar. Untuk bisa memenangkan segmen pasar, anda harus lebih banyak melibatkan konsmen. Agar konsumen lebih terlibat maka salah satu cara yang tepat adalah menggunakan cara storytelling.

Tips Ampuh Membuat Storytelling Bisnis

Berikut ini beberapa tips membuat storytelling yang baik untuk bisnis:

1. Tentukan Nama Brand Bisnis

Nama brand bisnis menjadi identitas yang cukup penting bagi sebuah bisnis. Jadi, nama bukan hanya sekedar nama. Anda sebaiknya menemukan nama yang mudah diingat serta mampu menggambarkan bisnis anda dengan baik. Jangan gunakan nama yang rumit dan tidak berhubungan dengan visi bisnis sehingga orang bisa mengingatnya dengan jauh lebih mudah.

Faktor lain yang harus dipikirkan dalam memilih nama adalah apakah ada domain dengan nama tersebut. Jika nama domain dari bisnis tidak tersedia maka anda tidak usah buru-buru mengganti nama bisnis. Pilihlah ekstensi domain yang berbeda. Ekstensi domain ini akan membantu anda menjadi lebih kreatif dan sesuai kebutuhan.

2.Gunakan Gaya Storytelling yang Menarik

Memulai storytelling tentang bisnis tidaklah mudah. Anda bisa memulainya dengan menceritakan awal perjalanan bisnis hingga sekarang. Tujuannya adalah menunjukkan pada para pelanggan tentang perkembangan startup anda. Sebaiknya, ceritakan juga tujuan dan apa saja yang sedang dikerjakan oleh perusahaan rintisan anda. Pelanggan yang akan menilai dan menceritakan ulang bisnis anda.

Pelanggan bukan hanya tertarik dengan fakta namun juga tertarik dengan cara bagaimana fakta tersebut diceritakan. Storytelling bukan hanya sekedar teks namun anda juga bisa menggunakan video, foto, ilustrasi, infografis. Tujuannya adalah agar storytelling menjadi lebih menarik.

3.Membuat Pelanggan Merasa Puas

Pelanggan adalah raja. Jika pelanggan merasa puas, maka mereka mungkin saja akan menjadi pelanggan seumur hidup. Anda pun juga tidak perlu pusing memikirkan cara untuk menciptakan storytelling yang baik.

Pelanggan yang puas biasanya akan menuliskan review di internet dan hal ini akan lebih menarik perhatian bagi calon pelanggan lainnya. Anda juga bisa melakukannya. Yang perlu anda lakukan adalah membuat pelanggan anda merasa puas. Mereka pun akan melakukan storytelling tanpa perlu diminta.

4. Gunakan Gaya Bercerita yang Sesuai dengan Pelanggan

Salah satu ide yang baik dalam menyampaikan pesan adalah menambahkan unsur personal. Bagaimanpun juga, aset terbesar dalam startup anda adalah pelanggan. Jadi, anda harus bisa menyampaikan cerita dengan menggunakan bahasa dan gaya yang cocok dengan para pelanggan anda.

Gaya bercerita yang sesuai dengan pelanggan adalah cara agar pelanggan ikut serta melanjutkan storytelling ini. Dengan demikian, storytelling untuk marketinga bisa berjalan dengan sangat baik.

5. Buat Tim Kerja Merasa Bahagia

Apa hubungan antara tim kerja yang bahagia dengan storytelling yang baik? Hubungannya adalah tim yang bahagia akan menghasilkan pelanggan yang juga bahagia.

Jika pelanggan merasa bahagia, mereka bukan tidak mungkin akan menceritakannya pada teman dan keluarganya. Dengan demikian, kisah yang baik tentang bisnis anda akan tersebar dengan sendirinya oleh pelanggan anda.

Manfaat Storytelling Bagi Bisnis

No Manfaat Storytelling Deskripsi
1 Menyampaikan kepribadian Storytelling bisa menceritakan kepribadian merk dengan baik. Kepribadian merk bisa terlihat dari cerita tentang merk itu sendiri.
2 Menjadikan merk sebagai pemimpin Ketika melakukan storytelling, pastikan bahwa merk anda terlibat secara intrinsik. Anda bisa mulai memastikan bahwa merk anda dikenal dengan merk yang berkualitas dan menonjol di antara para pesaing.
3 Membangkitkan emosi dan perasaan Storytelling menjadi cara yang bagus mencapai hubungan emosional antara penjual dengan pelanggan/prospeknya. Sebaiknya ceritakan kisah yang original, nyata dan jujur. Sebaiknya juga jangan terlalu berlebihan/mengurangi.
4 Mempertahankan keterlibatan pelanggan Merk apapun di seluruh dunia menginginkan prospek dan pelanggannya datang kembali untuk membeli produk/jasa yang dijual. Storytelling bisa menjadi cara tercepat untuk melakukannya.
5 Membantu closing Ada saat yang mengharuskan seseorang menyampaikan idenya pada audiens. Tujuannya adalah agar pelanggan merasa antusias dengan yang mereka dengarkan. Ada perbedaan yang dirasakan oleh audiens ketika mereka mendengarkan presentasi yang penuh data dengan yang diselipi cerita menarik. Audiens tidak akan bosan dan lebih tertarik dengan penawaran barang.

6. Jangan Menggunakan Fake Claim

Fake claim atau klaim palsu justru bisa membuat pelanggan menilai buruk bisnis anda. meskipun fake claim memang cepat dalam menarik pelanggan namun hal tersebut tidak akan pernah bisa bertahan lama.

Selain itu, anda juga bisa dituntut sehingga hal ini juga akan mempengaruhi kepercayaan para pelanggan. Jika anda memang terbukti melakukan fake claim maka orang-orang semakin meragukan bisnis anda. mereka akan menjauhi fake claim. Jadi jangan menggunakannya untuk storytelling.

7. Jangan Hanya Fokus pada Investasi

Mendapatkan dana investasi dari investor bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan bisnis. Investasi bukan tujuan akhir namun hanya sebagai cara meraih tujuan. Saat ini, sayangnya, banyak bisnis yang hanya fokus pada pendanaan. Mereka terlalu fokus pada pitching ke venture capital sehingga melupakan hal terpenting yaitu menciptakan company culture.

Company culture jauh lebih penting dibandingkan dengan investasi. Dengan membangun company culture yang baik maka tim kerja akan lebih memahami visi dan misi perusahaan. Dengan demikian, kepentingan mendapatkan bantuan dana tidak perlu terlalu dipikirkan karena hasil kerja yang akan berbicara.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips membuat storytelling yang baik untuk bisnis. Raihlah target dengan menjadikan pelanggan sebagai pusat perhatian.  

FAQ

Mengapa storytelling bisa membantu closing?

-Karena orang merasa lebih tertarik pada presentasi penjualan yang disisipi dengan cerita daripada yang penuh dengan angka. Ini membuat mereka lebih tertarik untuk membeli produk/layanan.

Mengapa company culture lebih penting dibandingkan dengan pendanaan?

-Karena dengan company culture, tim akan lebih memahami visi misi perusahaan. Dana akan datang seiring dengan meningkatnya hasil kerja.

Leave a Reply

× Chat dengan kami di WhatsApp